Tampilkan postingan dengan label destiny. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label destiny. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2011

Destiny, la deuxième partie

Dengungan mesin mobil menderu halus, tak lama kemudian suara itu berhenti.

“ah…akhirnya sampai juga” Lora bergumam, menghembuskan nafas.  Ia melirik jam guess terbaru yang betenger manis di lengan kirinya. Sudah pukul  7.45, tinggal 15 menit lagi waktu yang tersisa sebelum pintu utama di tutup.

“gue duluan, kalo ada apa-apa lo tinggal telpon gue.” Ucap Russ dingin dan melangkah keluar dari mobil meninggalkan Lora sendirian di dalam mobil.

Destiny

Kriett

“Non Lora bangun, sudah jam 7 pagi” ucap seorang wanita separuh baya.

“Uh ! pasti bibi deh !” keluh Lora.

Lora perlahan-lahan terbangun dan benar-benar sadar dari tidur nyenyaknya. Hari Senin, hari setelah hari minggu, hari saat dimana rasanya semua orang masih ingin bemalas-malasan dan bersantai-santai sejenak sebelum kembali ke kesibukan mereka sehari-hari.

Lora duduk bersila di atas ranjang bulu angsanya, mencoba meregangkan otot-otot badannya yang masih kaku.

“bibi turun aja, nanti Lora turun, oke ?” ucap Lora agak parau

“baik non. O iya non, bodyguard enon yang baru udah nunggu di bawah daritadi loh non, ganteng banget deh non !” ucap bibi ratih,pelayan pribadi Lora yang juga sekaligus ibu kedua bagiku.